Pages

Monday, September 22, 2008

AS GIR DEPAN RXZ

Tahukah anda, As Gir Depan RXZ ternyata rentan patah. Kasusnya bukan cuma 1-2, tapi seringkali terjadi. Dan selalu, patahnya pada bagian yang sama. Coba anda perhatikan gambar, pada bagian ujung itulah, posisi patahnya.








Biasanya patah di sini!

Padahal, as gir depan adalah parts slow moving. Artinya jarang sekali diganti karena rusak. Lazimnya as gir depan diganti lantaran aus pada bagian depan yang merupakan posisi Gir Depan, dan bukan lantaran patah seperti pada RXZ, dan RX King (meski tidak sesering saudara sepabriknya itu).

Secara fisik, bentuk as gir RXZ memang kurang kokoh. Dari ujung ke ujung, diameternya tidak sama besar, dimana pada bagian yang belakang lebih kecil. Pada bagian yang lebih kecil itulah rentan patah. Mau bagaimana lagi, itulah salah satu kekurangan RXZ.





As Gir Depan RXZ yang patah



Jalan keluarnya, ya ganti dengan as gir orisinil. Tapi khan mahal sekale bro. Kalau toh ganti yang imitasi, jangan yang asal murah. Pasti kejadiannya terulang lagi, karena as gir yang murah tidak mampu bertahan lama pada RXZ. Ada yang cuma dalam hitungan hari sudah bongkar mesin lagi. Asnya sudah patah lagi. Capek deh.

Solusi cerdasnya, pakai as gir depan punya Fukuyama. Ini bukan pesan sponsor, tapi berdasar pengalaman, paling bisa diandalkan cuma Fukuyama. Mahalan tapi kuat.
Tapi ya terserah sampean dah.

Pilih murah tapi tidak tahan lama, atau lebih mahal tapi awet?
Read More >>

Monday, September 15, 2008

WINSIL


Winsil besar model klasik lagi digemari. Cocok buat motor matic macam Mio atau Spin. Tambah pas, dipadu dengan Spion bulat ala retro.
Yang penting, gak pake mahal.
Cuma 75ribu, plus dudukannya.
Ditawar boleh?
Kasih daahh...!
Read More >>

Sunday, August 3, 2008

Kunci Kontak SupraX125 & Vario

Yang punya masalah dg Kunci kontak SupraX 125, jangan kaget kalau harganya cukup mencekik leher. Orsinya punya bandrol resmi 200rb. Bikin sesak napas khan.
Tapi jgn kecil hati. Pakai saja punya Vario. Bedanya cuma pada ujung kabel. Kunci kontak SupraX 125 kabelnya terurai (gambar kiri) sedangkan Vario (kanan) kabelnya ngumpul dalam 1 soket.
Kabar baiknya, selisih harga 50rb lebih murah. Lumayan kan?
Masih terasa berat? Pakai yang imitasi. Tidak lebih dari 50rb.
Beres kan?
Read More >>

Friday, July 25, 2008

SULUT ROKOK MIO


Satu lagi variasi buat Mio. Entah apa nama yg tepat untuk menamai jenis variasi yg satu ini. Nama yg diberikan oleh produsenya adalah Sulut Rokok. Bentuknya berupa panel dr fiber yg diletakkan di samping kanan kunci kontak (lihat gambar). Cara pasangnya dibautkan pada legsil dalam Mio. Panel tsb terdiri Jam analog, Sulut Rokok & sebuah lubang bulat yg bisa dipasang RPM digital, Ampere Bensin, Ampere Aki atau ... dibiarkan bolong saja. Namanya juga variasi khan. Dengan adanya fitur sulut rokok, sepertinya akan menyenangkan bagi bikers cowok. Atau bikers cewek supaya dipuji yayangnya, bisa pasang fasilitas ini di Mionya. Pas lagi pengin ngerokok, tinggal tekan tuh tombol hitam. Tunggu 10detik, cabut tombolnya, sulutkan pada ujung batang rokok. Wes ewes ewes ngebul asapnya.

Nikmat!

Read More >>

Tuesday, July 15, 2008

Piston & Ring RX100

Yamaha RX100 boleh disebut motor jadul, karena termasuk generasi th75an. Tapi Piston &ring orsinya masih banyak dicari. Piston RX100 memang beda dg RXS ataupun RXK yg sama uzurnya. Piston RX100 tidak pernah keluar versi lokalnya. Dari awal cuma ada import, harganya relatif tinggi.HET (Harga Eceran Tertinggi) saat ini untuk Piston orsi RX100 adalah Rp190.900,-, Ring Pistonnya lebih murah, yaitu 'cuma' Rp108.900,- Total duit buat keduanya Rp299.800,-
Mahal buat kebanyakan bikers. Tapi bagi yang fanatik, mungkin oke-oke saja. Coba bandingkan dg piston&ring RXS yg cuma 90700ribu atau RXK yg 104200ribu. Keduanya murah meriah karena sudah lokal.
Konsumen kadang ragu, kok murah, apa betul asli? Begitulah konsumen. Kalau murah, meragukan keasliannya, kalau mahal, protes. Mahal sekale..
Nah, solusi terbaik buat piston&ring RX100 adalah pakai produk NPR atau Indopart untuk ringnya (krn tidak mengeluarkan pistonnya). Keduanya sudah memadai secara kualitas, dengan harga tidak sampai 100ribu.
Atau,kalau tidak, ya ganti saja motornya dg RXS, RXKing yg masih tersedia part orsinya.Setuju?
Read More >>

Thursday, July 3, 2008

Penyebab Motor Boros bensin

Bensin baru naik, jadi mahal. Makin memberatkan kalau ditambah motor semplakan boros bensin. Gak efisien namanya. Mengapa motor bisa boros? Ini jawabannya.

1. Perbandingan Gir Tidak Tepat
Perbandingan antara gir depan dan belakang yang tidak sesuai dengan medan jalan yang dilalui sehari-harinya, selain membuat motor tidak bertenaga, juga bikin bensin boros. Idealnya, jika motor banyak digunakan di jalanan yang menanjak, maka rasio gir depan:belakang harus dibuat lebih ringan dari ukuran standar. Misalnya jika gir depan asal 14 dan gir belakang 36, maka gir belakang bisa diganti ukuran lebih besar, misalnya 37 atau 38. Sebaliknya rasionya dibuat berat jika jalannya datar-datar saja, misalnya gir belakang diturunkan jadi 35.

2. Rantai Kendur
Rantai roda kendur bikin tenga mesin berkurang. Ketika gas ditarik, roda tidak seketika berputar karena menunggu rantai mengencang. Harus ngegas lebih dalam agar roda segera bergerak, hal ini membuat bensin boros. Tambah boros jika mata gir dan rantai juga aus, atau karet teromol sudah tipis.

3. Laher Roda Seret
Bola laher seret karena karat, permukaan aus, atau salah pasang bisa bikin bensin boros akibat putaran roda berat.

4. Kampas Kopling Tipis
Kampas kopling sebagai pemindah gaya menipis, bikin tenaga dari mesin tidak maksimal memutar komponen reduksi. Yang pasti, bensin banyak dikeluarkan.

5. Sasis Miring
Akibat sasis miring, pertemuan gir depan dengan belakang tidak rata/lurus, alias ikut miring. Rantai jadi susah disetel dan terjadi gesekan paksa antara mata gir dengan rantai. Bensin pasti boros.

6. Filter Udara Kotor
Akibatnya suplai bensin ke ruang bakar terlalu sedikit, tapi bensin yang dihisap terlalu banyak. Udara yang bercampur dengan bensin menjadi tidak imbang karena terhambat kotoran/debu, pembakaran tidak sempurna karena miskin udara tapi bensin terlalu banyak, mbrebet jadinya. Boros lah.

7. Paking Knalpot Bocor
Paking kanlpot bocor membuat tendangan balik (turbulensi) gas bakar yang dilepas lewat pipa knalpot, berkurang. Campuran bensin udara terbawa gas buang. Akibatnya, tenaga loyo. Sekali lagi, boros deh.

8. Paking Silinder Bocor
Paking bocor akibatnya kompresi pun bocor. Tekanan terhadap piston berkurang, tapi bensin mengalir deras ke ruang bakar.

9. Gas Seret
Bensin akan terisap bila skep diperintah untuk membuka oleh grip gas. Jika kabel gas seret, skep terangkat tak mau turun, padahal bensin mengalir terus.

10. Tekanan Angin Ban Kurang
Ban kempis tanda tekanan anginnya kurang, membuat beban gesek/traksi ban ke aspal lebih banyak akibat tapak ban melebar. Dampaknya putaran roda berat, beban mesin pun bertambah. Makin berkurang tekanan angin pada ban, makin pendek jarak yang bisa ditempuh dengan konsumsi bensin yang sama. Misalnya kalau tekanan angin ban ideal, 1liter bensin bisa menempuh jarak 50km, kalau ban tambah kempis, jarak yang bisa dicapai kurang dari itu. Artinya, ban kempis bikin bensin makin boros. Yakinlah itu.

10. Setelan Angin dan Langsam Tidak Pas
Setelan angin tidak tepat, baik campuran bensin terlalu kaya atau miskin, sama saja hasilnya, boros bos. Begitu juga setelan langsam, terlalu tinggi mesin teriak keras, bikin suplai bensin terbuang sia-sia.

11. Telat Ganti Oli
Oli yang jarang diganti, kualitasnya menurun. Kekentalan berkurang, gesekan antar komponen jadi besar, sehingga pelumasan tidak maksimal. Oli yang sudah menurun kualitasnya, fungsi pendingin berkurang. Mesin cepat panas, efeknya, bensin menguap sebelum terpakai.

12. Kerenggangan Busi Tidak Pas
Terlalu rapat hasilnya api kecil, terlalu renggang, api jadi tipis. Campuran bensin-udara tidak terbakar tuntas. Tenaga jadi drop dan ruang bakar cepat kotor.

13. Spek Busi Tidak Tepat
Salah pilih busi, suhu mesin gak maksimal. Terlalu panas, mesin ngelitik. Terlalu dingin, sulit hidup. Distarter terus, bensin banjir. Mubajir.

(sumber: MP)
Read More >>

Sunday, June 22, 2008

TENTANG OLI



Memilih oli mesin mungkin bikin bikers bingung. Kepala yang sehat, mendadak pusing tujuh keliling begitu disodori belasan bahkan puluhan merek oli yang berjajar di etalase toko. Begitu banyak menu pilihan, beraneka kemasannya, beragam harganya, dan harus memilih satu diantaranya.

Ayo, pilih mana? Semua bagus, kata penjualnya. Bingung kan?

Di tengah gencarnya produsen oli mempromosikan produknya, dengan segala kecanggihannya, konsumen dibuat bimbang. Semua bagus, paling tidak kemasannya menarik dan meyakinkan. Mana yang harus dipilih?

Kebimbangan ini membuat kesetiaan bikers terhadap merek tertentu jadi gampang goyah. Akibatnya, ada kecenderungan bikers gonta-ganti merek oli. Banyak bikers jadi kutu loncat dari 1 merek ke merek lain, sekedar memuaskan rasa penasaran terhadap keunggulan suatu merek. Bulan ini jajal merek A, berikutnya ganti merek B, lalu pindah ke oli lain lagi.

Perilaku gonta-ganti oli ini sedikit banyak dipengaruhi faktor iklan promosi di teve, selain tergoda rekomendasi bengkel/mekanik, atau bahkan sekedar ikut-ikutan teman. Bikers selalu ingin menjajal oli baru yang diklaim produsennya lebih unggul.

Nah, daripada bingung terus-menerus, yuk nyimak tips pilih oli yang bijak.

KANDUNGAN OLI

Oli atau pelumas mesin mempunyai komposisi yang terdiri dari Bahan Dasar (75%-85%) dan Zat Aditif (15%-25%). Bahan dasar oli ada yang berupa Mineral (dari hasil bumi) dan Sintetis (dihasilkan melalui proses kimiawi yang telah disempurnakan). Sedangkan Aditif merupakan bahan tambahan untuk meningkatkan daya kerja pelumas. Sesuai bahan dasarnya, maka oli dibedakan antara Oli Mineral dan Oli Sintetis.

APA FUNGSI OLI?

* Pelumasan. Fungsi utama oli adalah melumasi semua komponen yang bergerak di dalam mesin, membuat gesekan antar komponen di dalam mesin bergerak lebih halus, sehingga memudahkan mesin untuk mencapai suhu kerja yang ideal.

* Pendinginan. Sumber utama panas dalam mesin berasal dari gesekan antarlogam, dan hal ini tidak cukup diredam oleh sistem pendingin mesin yang tersedia. Karena itu oli yang baik sanggup mengurangi panas yang ditimbulkan dari gesekan antarlogam. Oli bertindak sebagai fluida yang memindahkan panas ruang bakar yang mencapai 1000-1600 derajat Celcius ke bagian lain mesin yang lebih dingin.

* Pembersihan. Proses pembakaran di dalam mesin akan menimbulkan oksidasi, hal ini akibat munculnya oksigen di ruang bakar. Oksigen adalah penyebab utama korosi/karat pada logam. Proses oksidasi akan menimbulkan kerak pada komponen mesin, seperti kepala piston, ring piston dan klep. Dengan zat aditif anti-oksidan yang dikandungnya, oli yang baik akan mengurangi dan membersihkan bagian yang teroksidasi seiring dengan bekerjanya mesin motor, sekaligus mencegah terjadinya karat.

Selain itu, oli yang memiliki aditif anti-foam dapat mencegah oli berbuih saat mesin berputar. Buih harus dihilangkan agar tidak timbul oksigen berlebihan.

* Dongkrak performa mesin. Dengan bersihnya komponen pada girboks dan ruang bakar, kinerja mesin lebih ringan dan efisien, sehingga tenaga mesin bertambah.

* Meningkatkan efisiensi BBM. Karena oli yang baik membuat efisiensi mesin meningkat, pada akhirnya berimbas pada konsumsi BBM yang lebih irit.

BAIK MANA: OLI KENTAL ATAU ENCER?

Ukuran atau tingkat kekentalan dan kemampuan oli untuk mengalir pada suhu tertentu disebut Viskositas. Tingkat Rentang angka viskositas oli mesin, ditentukan oleh SAE (Society of Automotive Engineers), mulai dari angka 0 sampai 60. Makin besar angka viskositasnya, oli semakin kental. Dan sebaliknya, makin kecil viskositasnya, oli semakin encer.

Ada dua macam kekentalan oli, yaitu Monograde (misalnya SAE 30, 40, 50) dan Multigrade (misalnya SAE 10W-40, 15W-40, 20W-50). Oli monograde jarang dijumpai dipasaran. Yang umum digunakan adalah oli multigrade.

Contoh kekentalan oli multigrade : SAE 15W-50

Huruf W dibelakang angka pertama adalah singkatan Winter (musim dingin). Berarti oli tersebut memiliki tingkat kekentalan SAE 15 untuk suhu dingin, dan SAE 50 pada suhu panas.

Pertanyaannya, mana yang lebih baik: Oli Encer atau Oli Kental?

Oli yang baik harus memiliki viskositas yang sesuai dengan kebutuhan mesin motor.

* Semakin tua usia motor, gunakan oli yang lebih kental karena jarak gap/kerenggangan antar komponen sudah lebih besar dibandingkan motor baru, (sehingga dibutuhkan oli dengan kekentalan tinggi untuk mengisinya.) Setidaknya gunakan oli dengan SAE 50 untuk motor yang berusia lebih dari 10 tahun.

* Sebaliknya untuk motor keluaran 5 tahun terakhir, gunakan oli dengan tingkat kekentalan yang lebih encer, misalnya SAE10W-40. Oli yang lebih encer cocok untuk motor baru yang memiliki celah antar komponen lebih rapat dengan gesekan rendah, karena lebih mudah bersirkulasi di dalam mesin sehingga memiliki efek pendinginan terhadpa mesin yang lebih baik. Selain itu oli encer dapat mengalir lebih cepat pada saat motor dihidupkan pada kondisi suhu dingin.

* Kondisi cuaca yang dilalui sehari-hari. Jika tinggal di daerah yang berhawa sejuk, gunakan oli dengan SAE rendah agar motor mudah distarter pada pagi hari atau pada saat suhu dingin. Sebaliknya, pada daerah dengan cuaca panas, gunakan SAE tinggi.

* Untuk pemakaian normal (bukan untuk kompetisi) di Indonesia, gunakan oli SAE 40-50. Misalnya SAE 20W-50. Pada umumnya suhu lingkungan di sini di atas 30 o C, sedangkan dalam kondisi panas normal, idealnya oli akan bekerja pada angka kekentalan 40-50 menurut standar SAE.

API SERVICE=KUALITAS OLI

Kualitas oli mesin direkomendasi oleh API (American Petroleum Institute), sebuah lembaga yang berkedudukan di Amerika.

Kualitas oli ditunjukkan oleh kode API yang diikuti kode dua huruf, diawali huruf “S” (Spark) yang menandakan oli mesin bensin, diikuti huruf kedua yang menunjukkan tingkat kualitasnya, semakin mendekati huruf Z kualitas oli semakin baik. Contohnya : API SF, SG, SH, SJ, SL.

* API SF - untuk tipe mesin produksi 1988 dan sebelumnya

* API SG - untuk tipe mesin produksi 1993 dan sebelumnya

* API SH - untuk tipe mesin produksi 1996 dan sebelumnya

* API SJ - untuk tipe mesin produksi 2001 dan sebelumnya

* API SL - untuk tipe mesin produksi 2001 dan sesudahnya

Dengan patokan tadi, kita dapat memilih oli dengan tingkatan API tertentu yang sesuai untuk motor kita. Pada dasarnya, semakin tinggi API servicenya, semakin baik kualitas oli. Sesuai rekomendasi API, jika mesin motor kita produksi tahun 1996-2000, gunakan oli dengan API SH, lebih baik jika SJ, apalagi SL. Tapi jangan dibalik, motor keluaran baru, memakai oli dengan API di bawahnya.

Motor keluaran lama tidak haram memakai oli dengan API yang baik, yang penting pilih yang memiliki kekentalan (SAE) lebih tinggi. Misalnya API SJ dengan SAE 20W-50.

OLI SINTETIS LEBIH BAIK DARI OLI MINERAL?

Memang begitu. Hal ini karena oli mineral sifat dasar bahan bakunya bervariasi, tergantung sumbernya, dan harganya lebih murah sehingga lebih banyak digunakan. Oli mineral biasanya dibuat dari hasil penyulingan sedangkan oli sintetis dari hasil campuran kimia, seperti PAO (PolyAlphaOlefin). Karena oli sintetis mempunyai sifat dasar bahan baku yang lebih baik dari oli mineral, maka harganya lebih mahal dan memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan oli mineral, yaitu:

1. Lebih stabil pada temperatur tinggi

2. Mengontrol/Mencegah terjadinya endapan karbon pada mesin

3. Sirkulasi lebih lancar pada waktu start pagi hari/cuaca dingin

4. Melumasi dan melapisi metal lebih baik dan mencegah terjadi gesekan antar logam

yang berakibat kerusakan mesin

5. Tahan terhadapan perubahan/oksidasi sehingga lebih tahan lama, lebih ekonomis dan

efisien

6. Mengurangi terjadinya gesekan, meningkatkan tenaga dan mesin lebih dingin

7. Mengandung detergen yang lebih baik untuk membersihkan mesin dari kerak

Oli sintetis disarankan untuk mesin berteknologi terbaru yang memiliki celah antar komponen yang lebih kecil/sempit, sebaliknya tidak disarankan untuk mesin berteknologi lama dimana celah antar komponen biasanya sangat besar/renggang, sehingga bila menggunakan oli sintetis biasanya menjadi lebih boros karena oli ikut masuk ke ruang bakar dan ikut terbakar. Akibatnya oli cepat habis dan knalpot agak berasap/ngebul.

OLI MOBIL DIPAKAI MOTOR TAMBAH BAGUS?

Pemahaman semacam ini mungkin didasarkan persepsi bahwa karena oli mobil umumnya lebih mahal dari oli motor, maka pasti kualitasnya lebih baik. Dan kalau digunakan untuk motor, hasilnya pun lebih baik daripada memakai oli yang memang untuk motor. Memang pada prinsipnya, semua oli fungsinya sama, tetapi disarankan jangan menggunakan oli untuk mobil ke motor, sebab ada bahan pada oli mobil yang harus dikurangi bahkan dihilangkan tetapi di motor harus agak banyak untuk meredam gesekan, karena putaran mesin motor lebih tinggi dan lebih berat kerjanya.

Oli untuk mobil semakin baik dan licin, pengaruhnya terhadap kinerja mesin semakin baik, sebab oli langsung melumasi silinder tanpa mengalir ke ruang kopling yang bertipe kering. Sedangkan pada motor, kopling terendam oli dan rawan selip jika diberi oli yang diformulasi untuk mobil.

Daripada memakai oli mobil yang belum pasti manfaatnya, lebih baik memakai oli khusus motor yang berkualitas tinggi.

APAKAH MOTOR MATIC MEMERLUKAN OLI KHUSUS?

Motor matic, seperti MIO, Spin dan Vario, tidak menggunakan kopling basah seperti halnya motor bebek atau sport, sehingga oli untuk motor matic tidak perlu mengandung zat anti selip kopling seperti yang dibutuhkan untuk motor bebek atau sport yang bertipe kopling basah. Tujuannya agar putaran mesin lebih lancar dan hemat bahan bakar. Karena itu sebaiknya motor matic menggunakan oli yang diformulasi khusus untuk motor matic.

BOLEHKAH GONTA-GANTI OLI?

Tidak disarankan, dan sebaiknya dihindarkan! Karena setiap produsen oli memiliki dan mengembangkan formulanya sendiri, sehingga secara kimiawi ada perbedaan antara merek oli satu dengan lainnya. Perbedaan formula ini dikuatirkan menimbulkan efek negatif terhadap kinerja mesin. Tapi kalau ingin mencoba mencicipi “rasa” bermacam-macam oli untuk motor anda, disarankan spek olinya (jenis dan kekentalan) yang sesuai dengan rekomendasi produsen motor anda.

APAKAH WARNA OLI MENUNJUKKAN KUALITASNYA?

Pasti tidak, karena warna oli tergantung campuran pewarna yang digunakan produsennya. Ada oli berwarna kuning, hijau, biru, ungu dan sebagainya. Ada yang warnanya bening, ada yang agak keruh; semuanya tidak berhubungan dengan kualitas oli, tapi sesuai dengan keinginan produsennya.

KAPAN KITA SEHARUSNYA MENGGANTI OLI?

Jangka waktu pengganti oli dipengaruhi oleh banyak faktor. Jika anda berkendara dalam kondisi ekstrem, maka dibutuhkan penggantian oli lebih cepat dibandingkan kondisi berkendara yang normal. Yang dimaksud kondisi berkendara ekstrim, antara lain :

- Sering menghidupkan atau mematikan mesin.

- Sering berhenti dengan mesin hidup.

- Kondisi jalan yang dilalui sering macet.

- Sering menempuh jarak pendek dalam suhu rendah.

- Berkendara di lingkungan yang sangat berdebu.

- Kebiasaan berkendara: sering memacu akselerasi tinggi, kecepatan tinggi

terus-menerus.

- Motor digunakan untuk mengangkut beban berat.

- Medan yang ditempuh: banyak tanjakan, jalan rusak, rutin menempuh

perjalanan puluhan km.

Jika pola berkendara anda termasuk dalam kriteria yang disebut di atas, maka anda termasuk dalam kategori sebagai pengendara motor dalam kondisi ekstrem. Dengan begitu, motor anda membutuhkan waktu penggantian oli lebih pendek dari yang direkomendasi oleh pabrikan. Yaitu setiap 1500-2000km. Namun ini juga tergantung jenis oli yang digunakan. Jika oli yang dipakai berjenis sintetis, maka waktunya bisa lebih lama. Misalnya setiap 4000km.

KESIMPULAN

1. Bikers jangan mau dibuat bingung promosi oli baru. Jangan mudah tergoda untuk gonta-ganti oli, walaupun efek negatifnya sulit dibuktikan.

2. Pilihlah oli yang sudah terbukti cocok dengan motor anda. Lebih amannya, gunakan oli yang direkomendasikan pabrikan motor anda.

3. Terakhir, belilah oli di toko yang reputasinya baik, sehingga terjamin keasliannya. Jangan membeli oli asal murah, tapi tidak jelas isinya, lebih baik beli yang tidak mahal tapi asli.

4. Disarankan juga untuk menggunakan oli yang memiliki dan mencantumkan Nomor Pelumas Terdaftar (NPT). Oli yang memiliki NPT adalah oli yang telah memenuhi persyaratan administratif dan teknis serta lulus uji laboratorium terakreditasi yang ditunjuk oleh Direktorat Jenderal Migas. NPT dapat diidentifikasikan dengan 12 digit huruf dan angka. Contoh : DEPTAMBEN RI NPT: : AB25E4110199 atau DESDM RI NPT : AC66E1054104

(Berbagai sumber)

Read More >>